Budidaya dan Pengolahan Tembakau milik Ibu Yanti merupakan salah satu potensi pertanian yang telah lama menjadi bagian dari mata pencaharian masyarakat Desa Sumberoto. Usaha ini telah dijalankan sejak tahun 1971, sehingga memiliki pengalaman lebih dari lima dekade dalam membudidayakan dan mengolah tembakau berkualitas.
Tembakau ditanam satu kali dalam setahun, dimulai sekitar bulan Mei dan dipanen pada Agustus hingga Oktober, menyesuaikan dengan musim kemarau yang menjadi kondisi terbaik untuk pertumbuhannya. Setelah dipanen, daun tembakau dipilih berdasarkan tingkat kematangannya, kemudian dimasukkan ke mesin pencacah sebelum melalui proses pengeringan selama kurang lebih satu hari. Tahapan pengolahan ini dilakukan dengan teliti untuk menghasilkan tembakau yang siap dipasarkan dengan kualitas terbaik.
Salah satu keunggulan usaha ini adalah pemanfaatan seluruh hasil panen tanpa menyisakan limbah. Daun tembakau disortir berdasarkan kualitasnya ke dalam beberapa klasifikasi, seperti A1, A2, dan seterusnya, sehingga baik tembakau berkualitas tinggi maupun hasil sortiran tetap memiliki nilai jual. Bahkan limbah tembakau masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku rokok dan dibeli oleh pihak pabrik, sehingga tidak ada bagian tanaman yang terbuang sia-sia.
Hasil tembakau dari Desa Sumberoto telah dipasarkan ke berbagai daerah, termasuk Sumatera, Bandung, Jawa Tengah, Madura, hingga Surabaya, melalui perusahaan dan gudang pengolahan tembakau. Pada musim panen terbaik, khususnya sekitar bulan Agustus, harga tembakau berkualitas dapat mencapai Rp40.000–Rp45.000 per kilogram, menjadikan komoditas ini sebagai salah satu sumber pendapatan yang menjanjikan bagi petani. Dengan pengalaman yang panjang dan proses pengolahan yang terjaga, usaha tembakau milik Ibu Yanti menjadi salah satu potensi unggulan sektor pertanian Desa Sumberoto.
Tembakau ditanam satu kali dalam setahun, dimulai sekitar bulan Mei dan dipanen pada Agustus hingga Oktober, menyesuaikan dengan musim kemarau yang menjadi kondisi terbaik untuk pertumbuhannya. Setelah dipanen, daun tembakau dipilih berdasarkan tingkat kematangannya, kemudian dimasukkan ke mesin pencacah sebelum melalui proses pengeringan selama kurang lebih satu hari. Tahapan pengolahan ini dilakukan dengan teliti untuk menghasilkan tembakau yang siap dipasarkan dengan kualitas terbaik.
Salah satu keunggulan usaha ini adalah pemanfaatan seluruh hasil panen tanpa menyisakan limbah. Daun tembakau disortir berdasarkan kualitasnya ke dalam beberapa klasifikasi, seperti A1, A2, dan seterusnya, sehingga baik tembakau berkualitas tinggi maupun hasil sortiran tetap memiliki nilai jual. Bahkan limbah tembakau masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku rokok dan dibeli oleh pihak pabrik, sehingga tidak ada bagian tanaman yang terbuang sia-sia.
Hasil tembakau dari Desa Sumberoto telah dipasarkan ke berbagai daerah, termasuk Sumatera, Bandung, Jawa Tengah, Madura, hingga Surabaya, melalui perusahaan dan gudang pengolahan tembakau. Pada musim panen terbaik, khususnya sekitar bulan Agustus, harga tembakau berkualitas dapat mencapai Rp40.000–Rp45.000 per kilogram, menjadikan komoditas ini sebagai salah satu sumber pendapatan yang menjanjikan bagi petani. Dengan pengalaman yang panjang dan proses pengolahan yang terjaga, usaha tembakau milik Ibu Yanti menjadi salah satu potensi unggulan sektor pertanian Desa Sumberoto.
📋 Informasi Kontak & Lokasi
📞
Telepon / WhatsApp
082229660015Bagikan ke:
Potensi Lainnya di Kategori Pertanian
Penggilingan Padi Pak Mudi
Proses penggilingan dilakukan secara fleksibel sesuai jumlah gabah yang dibawa p...
Pertani Tanaman Padi
Budidaya Padi milik Bapak Sarpin menjadi salah satu potensi pertanian yang terus...
Petani Bawang Merah Pak Yahman
Budidaya Bawang Merah milik Bapak Yahman menjadi salah satu potensi pertanian ho...